Pages

Subscribe:

Minggu, 22 Maret 2015

MATEMATIKA KEHIDUPAN

 Jika :
A B C D E F G  H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Sama Dengan :
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Maka :
H+A+R+D+W+O+R+K / Kerja Keras :
8+1+18+4+23+15+18+11 = 98%

K+N+O+W+L+E+D+G+E  / Pengetahuan :
11+14+15+23+12+5+4+7+5 = 96%

L+O+V+E / Cinta :
12+15+22+5 = 54%

L+U+C+K / Keberuntungan :
12+21+3+11 = 47%

Tidak ada yang membuatnya jadi 100%.
Lalu apa yang membuatnya 100%..???

Apakah money..? NO..!!!
M+O+N+E+Y =
13+15+14+5+25 = 72%

Leadership..? NO..!!!
L+E+A+D+E+R+S+H+I+P =
12+5+1+4+5+18+19+8+9+16 = 97%

Ternyata yang bisa membuatnya menjadi 100% adalah "ATTITUDE" / Sikap :
A+T+T+I+T+U+D+E =
1+20+20+9+20+21+4+5 = 100%

Maka ATTITUDE / SIKAP kita dalam menjalani kehidupan dan pekerjaan yang akan (mungkin) membuat hidup kita menjadi 100% sukses.

Jumat, 20 Februari 2015

MANFAAT MENYUSUN OUTLINE

            MANFAAT MENYUSUN OUTLINE



www.ccc.commnet.edu




      by
Ari Julianto



Outline merupakan rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan digarap, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur dan teratur.

Dalam pembuatan skripsi/thesis outline sangat berguna sebab dalam penyusunan para penulis skripsi/thesis dituntut untuk merancang ide-ide konten dalam berbagai bab.

Beberapa manfaat Outline antara lain:
1. Untuk menjamin penulisan bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah.

2. Untuk menyusun karangan secara teratur. Kerangka karangan membantu penulis untuk melihat gagasan-gagasan dalam sekilas pandang, sehingga dapat dipastikan apakah susunan dan hubungan timbal-balik antara gagasan-gagasan itu sudah tepat, apakah gagasan-gagasan itu sudah disajikan dengan baik, harmonis dalam perimbangannya.

3. Memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda-beda. Setiap tulisan dikembangkan menuju ke satu klimaks tertentu. Namun sebelum mencapai klimaks dari seluruh karangan itu, terdapat sejumlah bagian yang berbeda-beda kepentingannya terhadap klimaks utama tadi. Tiap bagian juga mempunyai klimaks tersendiri dalam bagiannya. Supaya pembaca dapat terpikat secara terus menerus menuju kepada klimaks utama, maka susunan bagian-bagian harus diatur pula sekian macam sehingga tercapai klimaks yang berbeda-beda yang dapat memikat perhatian pembaca.

4. Menghindari penggarapan topik dua kali atau lebih. Ada kemungkinan suatu bagian perlu dibicarakan dua kali atau lebih, sesuai kebutuhan tiap bagian dari karangan itu. Namun penggarapan suatu topik sampai dua kali atau lebih tidak perlu, karena hal itu hanya akan membawa efek yang tidak menguntungkan; misalnya, bila penulis tidak sadar betul maka pendapatnya mengenai topik yang sama pada bagian terdahulu berbeda dengan yang diutarakan pada bagian kemudian, atau bahkan bertentangan satu sama lain. Hal yang demikian ini tidak dapat diterima. Di pihak lain menggarap suatu topik lebih dari satu kali hanya membuang waktu, tenaga, dan materi. Kalau memang tidak dapat dihindari maka penulis harus menetapkan pada bagian pada topik tadi yang akan diuraikan, sedangkan di bagian lain cukup dengan menunjuk kepada bagian topik tadi.

5. Memudahkan penulis mencari materi pembantu. Dengan mempergunakan rincian-rincian dalam kerangka karangan penulis akan dengan mudah mencari data-data atau fakta-fakta untuk memperjelas atau membuktikan pendapatnya. Atau data dan fakta yang telah dikumpulkan itu akan dipergunakan di bagian mana dalam karangannya itu.

Para pembaca bisa menyusutkan kembali outline yang hakekatnya sama dengan apa yang telah dibuat penyusun skripsi/thesis. Dengan penyusutan ini pembaca akan melihat wujud, gagasan, struktur, serta nilai umum dari karangan itu. Kerangka karangan merupakan miniatur atau prototipe dari sebuah karangan. Dalam bentuk miniatur ini karangan tersebut dapat diteliti, dianalisis, dan dipertimbangkan secara menyelurih, bukan secara terlepas-lepas.

Selasa, 17 Februari 2015

Download Skripsi Bahasa Inggris

Berikut ini adalah contoh skripsi bahasa inggris full lengkap dari cover sampai dengan daftar pustaka, dan silahkan anda download. INGAT, berikut ini adalah contoh skripsi saja. Jangan dicopy atau diplagiat. namun jadikan sebagai gambaran untuk membantu anda dalam menulis skripsi. berikut daftar skripsi bahasa inggris lengkap, klik saja di Link nya, silahkan anda download skripsi bahasa inggris full berikut caranya:
> Klik link nya, kemudian akan terbuka tab baru, tunggu sampai muncul tombol download, kemudian klik download.





atau DOWNLOAD SEMUA (40 SKRIPSI FULL) di atas dalam 1 File. DISINI

 Chat Fb

Download Skripsi Bahasa Inggris

Berikut ini adalah contoh skripsi bahasa inggris full lengkap dari cover sampai dengan daftar pustaka, dan silahkan anda download. INGAT, berikut ini adalah contoh skripsi saja. Jangan dicopy atau diplagiat. namun jadikan sebagai gambaran untuk membantu anda dalam menulis skripsi. berikut daftar skripsi bahasa inggris lengkap, klik saja di Link nya, silahkan anda download skripsi bahasa inggris full berikut caranya:
> Klik link nya, kemudian akan terbuka tab baru, tunggu sampai muncul tombol download, kemudian klik download.



atau DOWNLOAD SEMUA (40 SKRIPSI FULL) di atas dalam 1 File. DISINI
Tolong kasih tau jika ada Link yang Mati :)
 Chat Fb

Minggu, 04 Januari 2015

Instrumen Penelitian

               Instrumen Penelitian

                                    Written by
                                   Ari Julianto



Secara garis besar, instrumen penelitian dapat digolongkan menjadi tes; dan non tes.

1. Instrumen Penelitian Berbentuk Tes
Ditinjau dari proses pemeriksaannya, suatu tes dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1.1. Tes tipe subjektif
Dalam pemeriksaan tes tipe subjektif, ada faktor lain di luar kemampuan testi yang mempengaruhi proses pemeriksaan dan hasil akhir berupa skor. Faktor di luar kemampuan testi, misalnya:
a) guru: emosi/perasaan, kelelahan,kecermatan; dan
b) siswa: tulisan, kerapihan.

Bentuk tes tipe subjektif dapat dikategorikan:
1) Tes lisan
2) Tes uraian
3) Tes perbuatan/keterampilan

1.2. Tes tipe objektif
Dalam pemeriksaan tes tipe objektif tidak ada faktor lain yang mempengaruhi proses pemeriksaan dan hasil akhir berupa skor yang akan diperoleh testi.

Bentuk tes tipe objektif dapat dikategorikan:
1. Benar-Salah (True-False)
2. Pilihan berganda (Multiple choice)
a) Pilihan ganda biasa
b) Hubungan antar hal (sebab-akibat)
c) Pilihan ganda kompleks
d) Menjodohkan

Sedangkan berdasarkan tujuannya, tes dapat dikelompokkan menjadi:
1. Tes kecepatan berfikir (Speed test)
a. Tes intelegensi
b. Tes keterampilan bongkar pasang alat

2. Tes kemampuan (kognitif atau psikomotorik) (Power test)
3. Tes pencapaian (Achievement test)
a. Tes harian (formatif), untuk mengetahui sampai sejauh mana siswa sudah terbentuk (kognitif, afektif, psikomotorik) setelah mengikuti suatu program tertentu.
b. Tes sumatif, untuk mengetahui penguasaan siswa dalam sejumlah materi pelajaran (pokok bahasan) yang telah dipelajari.
c. UAN
4. Tes kemajuan hasil belajar/tes perolehan (Assesment test), untuk melihat hasil belajar setelah kegiatan dilakukan.
5. Tes diagnostik (Diagnostic test), untuk mencari, menyelidiki, atau meneliti penyebab dari sesuatu hal yang muncul

2. Instrumen Penelitian Berbentuk Non-Tes
Teknik non-tes digunakan untuk memperoleh data tentang aspek afektif atau psikomotorik dari subjek yang diteliti. Instrumen penelitian bentuk non tes dapat berupa:
1. Wawancara (interview)
Ini dilakukan dengan cara menentukan tanya jawab langsung antara pewawancara dengan yang diwawancara tentang segala sesuatu yang diketahui oleh pewawancara.

2. Obsevasi/pengamatan (observation)
Ini dilakukan dengan cara orang yang melakukan pengamatan (observer) mengadakan pengamatan langsung ke lapangan tentang segala sesuatu yang ingin diketahui tentang objek yang diteliti. Agar hasil observasi sesuai dengan apa yang diinginkan, observer harus membuat pedoman obervasi, yaitu berupa daftar informasi yang ingin diketahui oleh observer.

3. Angket (questionnaire)
Ini merupakan daftar pertanyaan/pernyataan yang harus dijawab atau diisi oleh responden. Berdasarkan kebebasan responden dalam menjawab setiap pertanyaan.
Angket dibagi menjadi dua, yaitu:
a) Angket terbuka
Jawaban untuk setiap pertanyaan/pernyataan tidak disediakan. Responden bebas memberikan jawaban untuk setiap pertanyaan sesuai dengan yang diinginkannya.

b) Angket tertutup
Jawaban untuk setiap pertanyaan/pernyataan telah disediakan, Responden bebas memberikan jawaban untuk setiap pertanyaan sesuai alternatif jawaban yang telah disiapkan.